Betul Yuruk
17 November 2022•Update: 19 November 2022
PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) "optimis dengan sikap hati-hati" tentang pembaruan kesepakatan yang memungkinkan kelanjutan ekspor biji-bijian Ukraina, kata sumber PBB pada Rabu.
''Kami memiliki alasan untuk percaya untuk bersikap optimis secara hati-hati terhadap perpanjangan langkah Inisiatif Biji-bijian melalui Laut Hitam,'' menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.
''PBB telah bekerja tanpa lelah untuk memungkinkan hal ini.''
Kesepakatan itu awalnya ditandatangani selama 120 hari yang berakhir pada 19 November.
Otoritas Rusia mengecam sanksi Barat karena "secara tidak langsung" menghambat ekspor biji-bijian dan pupuk negara itu.
Sumber itu mengatakan sektor swasta bersedia terlibat kembali dalam pertukaran pupuk dari Rusia.
Optimisme itu muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Selasa di sela-sela KTT G20 di Bali.
Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths juga bertemu dengan pejabat Rusia dan Turkiye pada Selasa di Istanbul untuk membahas pembaruan kesepakatan tersebut.
Turkiye, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian 22 Juli di Istanbul untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam, yang dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari.