07 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Novelis Inggris keturunan Jepang dianugerahi Nobel bidang kesusasteraan, kata Akademi Swedia, Kamis.
Akademi Swedia menyebut karya-karyanya memiliki "kekuatan emosional yang hebat" dan telah menghubungkan jurang antara ilusi manusia dengan dunia".
Ishiguro menetap di Inggris sejak usia lima tahun.
Ia merilis novel perdananya A Pale View of the Hills pada 1982 setelah ia menyelesaikan studi penulisan kreatif di University of East Anglia.
Karya-karya fenomenal Ishiguro di antaranya The Remains of the Day dan Never Let Me Go.
The Remains of the Day membawa Ishiguro memenangkan Booker Prize pada 1989.
Sekretaris Akademi Nobel Swedia Sara Danius menyebut tulisan Ishiguro sebagai perpaduan pikiran Jane Austen dan Franz Kafka.
"Dengan menambahkan sedikit pikiran dari Marcel Proust ke dalam perpaduan tersebut, Anda akan menemukan tulisan Ishiguro," ujar Danius.
Penulis berusia 62 tahun tersebut telah merilis delapan buku yang telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa.
Tahun lalu, Nobel Sastra dianugerahkan kepada penyanyi sekaligus penulis lagu Amerika Bob Dylan.