Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Pasukan keamanan Irak, Rabu, menahan 18 orang karena terlibat dalam aksi protes di luar fasilitas minyak utama di selatan Provinsi Basra.
Letnan Mohamed Khalaf dari Komando Operasi Basra, Angkatan Darat Irak mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa penangkapan dilakukan di distrik utara Ezzedine Salim di Basra.
Mereka yang ditangkap, katanya, telah terlibat dalam protes pada Selasa di luar tambang minyak Qurna Barat 2, Basra.
Menurut Khalaf, seorang demonstran tewas pada hari Rabu karena cedera yang dideritanya ketika pasukan keamanan membubarkan demonstran yang mencoba menyerbu tambang minyak sehari sebelumnya.
Sejak 9 Juli, provinsi-provinsi mayoritas Syiah di Irak, terutama Basra yang kaya minyak, telah diguncang oleh protes untuk menuntut lebih banyak kesempatan kerja dan peningkatkan layanan publik.
Dalam upaya untuk menahan demonstrasi, yang bulan lalu menyebar ke Ibu Kota Baghdad, pemerintah telah berjanji untuk menyediakan lebih banyak pekerjaan di sektor publik dan mengalokasikan dana untuk proyek-proyek pembangunan lokal.
Namun, para pemimpin protes menyatakan keraguan mereka terhadap kemampuan pemerintah untuk mengatasi keluhan pengunjuk rasa.
Selama bertahun-tahun, oposisi politik Irak telah mengeluhkan layanan publik yang buruk di negara yang menghasilkan puluhan miliar dolar per tahun melalui penjualan minyak itu.