Megiza Soeharto Asmail
17 Juli 2018•Update: 17 Juli 2018
Afra Aksoy
BAGHDAD
Protes di Irak selatan telah menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan 190 lainnya cedera ketika mereka memasuki hari kedelapan, kata badan hak asasi manusia, Senin.
Para demonstran mempersoalkan masalah korupsi dan kekurangan listrik serta menuntut lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan layanan publik, kata Fadil el-Garavi, anggota Komisi Hak Asasi Manusia yang terkait dengan parlemen Irak, kepada Anadolu Agency sambil meratapi korban luka yang termasuk di antaranya 128 anggota pasukan keamanan.
Dia menambahkan bahwa rincian tentang korban akan diumumkan secara resmi oleh komisi pada Selasa.
Protes telah berlangsung di kota-kota Basra, Maysan, Dhi Qar, Najaf, Karbala dan ibu kota Baghdad.
Ketegangan terus meningkat di Basra sejak pekan lalu ketika seorang demonstran tewas oleh pasukan keamanan ketika ambil bagian dalam protes terhadap tingkat pengangguran yang tinggi dan pemadaman listrik. Protes kemudian menyebar ke beberapa provinsi lain.
Sekitar 80 persen dari ekspor minyak mentah Irak berasal dari ladang minyak di Provinsi Basra. Selama bertahun-tahun, penduduk Basra mengeluh bahwa warga negara asing, bukan penduduk setempat, yang dipekerjakan oleh sektor energi domestik.
Mereka juga mengeluhkan seringnya pemadaman listrik di musim panas, padahal suhu udara sering mencapai setinggi 50 derajat Celcius (122 derajat Fahrenheit).