Nanı Afrıda
30 Desember 2019•Update: 31 Desember 2019
Md. Kamruzzaman
DHAKA, Bangladesh
Setidaknya 50 orang tewas di Banglades akibat cuaca dingin yang terus mencengkeram negara tersebut dalam dua bulan terakhir, ungkap sebuah laporan pemerintah pada Minggu.
Menurut laporan terbaru, hampir 283.000 orang telah terdampak penyakit akibat cuaca dingin di 300 wilayah pemerintah daerah, atau serikat pekerja sejak November.
Mereka menderita infeksi saluran pernapasan, diare, penyakit kuning, radang mata, penyakit kulit, dan demam, kata laporan itu.
"Kami mendapatkan informasi adanya korban jiwa akibat penyakit karena cuaca dingin berdasarkan informasi dari rumah sakit dan klinik kesehatan di seluruh negeri," kata Dr. Ayesha Akhter, asisten direktur Pusat Operasi Darurat Kesehatan dan Ruang Kontrol, pada Anadolu Agency.
Dia mengatakan otoritas kesehatan diminta untuk tetap waspada untuk memastikan perawatan yang tepat bagi pasien.
"Kami menyarankan orang-orang untuk memakai pakaian hangat terutama di pagi dan sore hari. Kecuali keadaan darurat, anak-anak dan orang tua tidak boleh keluar rumah," kata Akhter.
Dia mengingatkan orang untuk mencuci tangan dengan benar sebelum makan dan sesudah keluar dari toilet.
Dokter mengatakan lebih dari 4.000 orang mengunjungi rumah sakit atau pusat kesehatan untuk perawatan dalam 24 jam terakhir.
"Tapi mayoritas orang hanya berobat jalan. hanya mereka yang mengalami kondisi darurat yang diopname."
Sementara sekitar 3.000 orang masih di rumah sakit untuk perawatan, dia menambahkan.
Sementara itu, suhu terendah pada 2019 ini tercatat 4,5 derajat Celcius pada Minggu di distrik perbatasan utara Panchagarh, menurut harian Dhaka Tribune, mengutip catatan kantor cuaca setempat.
Menurut laporan media lokal, orang-orang, terutama di distrik utara negara itu, hampir tidak keluar dari rumah karena kedinginan.
Mereka kebanyakan adalah orang-orang marjinal, termasuk pekerja harian, yang tidak memiliki pakaian yang cukup untuk melindungi diri dari musim dingin.