Maria Elisa Hospita
11 Desember 2018•Update: 11 Desember 2018
Talha Ozturk, Kayhan Gul
BELGRADE, Serbia
Lebih dari 5.000 migran di Bosnia dan Herzegovina dikhawatirkan akan mengalami hipotermia karena menghabiskan malam Tahun Baru di bawah musim dingin.
Banyak migran mencari tempat persinggahan di gedung-gedung yang terlantar dan tenda-tenda yang disediakan oleh kelompok-kelompok kemanusiaan.
Menurut Bulan Sabit Merah (IFRC), sejak awal tahun ini, lebih dari 23.000 pengungsi memasuki negara itu. Sekitar 5.000 pengungsi saat ini berada di Bosnia.
"Meskipun ada bantuan makanan dan tempat tinggal, kondisi hidup para pengungsi sangat buruk dan risiko hipotermia semakin tinggi," ungkap Simon Missiri, direktur regional IFRC untuk Eropa.
Palang Merah Bosnia menyediakan bantuan makanan bagi hampir 3.000 orang di enam pusat pengungsi di seluruh negeri.
Bulan Sabit Merah Turki juga menyediakan 22 tenda, 300 tempat penampungan, 10.000 selimut, 1.000 peralatan makan, dan dua dapur bergerak untuk para pengungsi di Bosnia.
Bosnia dan Herzegovina telah kewalahan menangani krisis migran karena pemerintah kekurangan dana.
Setelah jalur Balkan - melalui Yunani, Makedonia, Serbia, dan Hongaria atau Kroasia - ditutup bagi para pengungsi pada Maret 2016, banyak migran memilih Bosnia-Herzegovina sebagai rute alternatif.