Maria Elisa Hospita
12 November 2020•Update: 13 November 2020
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Sekitar 861 anggota Angkatan Bersenjata Bangladesh dianugerahi medali PBB pada Rabu karena perlindungan yang sangat baik terhadap warga sipil di Sudan Selatan.
Dari ratusan personel militer, 19 di antaranya adalah penjaga perdamaian perempuan.
"Pasukan, yang bertugas dengan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan (UNMISS) di Kota Wau dan Kuajok, menerima medali dalam sebuah upacara. Selamat Bangladesh!" kata UNMISS lewat Twitter.
“Bangladesh saat ini merupakan negara penyedia anggota penjaga perdamaian terbaik di dunia, melayani delapan misi di tujuh negara. Selain itu, sekitar 6.850 anggota angkatan bersenjata termasuk tentara dan polisi tergabung dalam misi tersebut,” kata Direktur Hubungan Masyarakat Inter Service (ISPR) Letkol Abdullah Ibn Zaid.
Zaid mengatakan Angkatan Bersenjata Bangladesh menerima penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas layanan mereka yang telah membanggakan Bangladesh di mata dunia dan sebagai kontributor proses perdamaian dunia.
Menurut PBB, negara Asia Selatan itu pertama kali mengerahkan personel militernya untuk bertugas dengan organisasi tersebut pada 1988, ketika mereka dikirim untuk membantu memantau gencatan senjata antara Iran dan Irak.