24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Hader Glang
ZAMBOANGA CITY
Setidaknya 9 anggota tentara tewas dan 49 terluka menyusul serangan granat oleh teroris di Marawi, selatan pulau Mindanao di Filipina.
Let. Jen. Carlito Galvez, ketua Komandan Mindanao Barat, mengatakan pada wartawan pada Minggu bahwa teroris Maute maju mendekati pasukan pemerintah dan melemparkan granat.
Galvez mengatakan serangan Maute pada Jumat memicu baku tembak seharian di Marawi, yang menewaskan 9 prajurit dan melukai 49. Ia tidak memberikan rincian lainnya.
Jumlah korban fatal di Marawi meningkat seirinya krisis di wilayah itu memasuki hari ke 62.
Kantor berita GMA melaporkan matinya 578 dalam konfik itu dengan mengacu pada data yang diberikan Kolonel Edgar Arevalo, humas angkatan bersenjata Filipina.
Dari jumlah itu, 105 termasuk anggota pasukan pemerintah.
Hingga 21 Juli, sebanyak 428 anggota kelompok Maute telah terbunuh dan 526 senjata api telah disita oleh militer.
Arevalo juga mengatakan jumlah korban sipil mencapai 45 orang dan warga sipil yang diselamatkan sebanyak 1.723.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerapkan darurat militer di seluruh pulau Mindanao sejak teroris Maute dan Abu Sayaf mengepung Marawi pada 23 Mei.
Pada Sabtu, kongres Filipina menyetujui status itu diperpanjang hingga akhir tahun, 31 Desember 2017.