WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Selasa meminta Yunani dan Turki "bekerja sama untuk menjaga perdamaian" di kawasan itu.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price meminta Athena dan Ankara untuk "menyelesaikan perbedaan secara diplomatis," serta mendesak sesama sekutu NATO untuk "menghindari retorika yang dapat lebih meningkatkan ketegangan."
"Kami tahu bahwa Yunani adalah mitra yang sangat diperlukan, dan sekutu penting NATO bagi AS. Demikian pula, Turki adalah mitra penting Amerika Serikat dan sekutu penting NATO," kata Price kepada wartawan.
"Kami ingin melihat mitra kami bekerja sama untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan ini."
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengecam pernyataan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di AS, dan mengatakan dia tidak akan lagi berbicara dengan pemimpin Yunani, dan membatalkan Pertemuan Dewan Strategis dengan Yunani.
“Kami telah sepakat dengan (Kyriakos Mitsotakis) untuk tidak memasukkan negara ketiga dalam perselisihan kami,” kata Erdogan setelah memimpin rapat Kabinet di ibu kota Ankara.
Pekan lalu, selama kunjungan resmi ke AS, Mitsotaki berpidato di pertemuan gabungan Kongres dan mendesak anggota parlemen untuk tidak menjual jet tempur F-16 ke Turki, ungkap presiden Turki.
AS kemungkinan akan mengambil keputusan sendiri tentang F-16 tanpa perlu berkonsultasi dengan perdana menteri Yunani, tambah Erdogan.
AS 'sangat prihatin' dengan potensi operasi Turki di Suriah utara
Mengenai keamanan nasional, Erdogan mengatakan Ankara akan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan sisa zona aman sepanjang 30 kilometer di sepanjang perbatasan selatannya.
Price mengatakan AS "sangat prihatin dengan laporan dan diskusi tentang potensi peningkatan aktivitas militer di Suriah utara, dan khususnya, dampaknya terhadap penduduk sipil di sana."
"Kami mengutuk eskalasi apapun. Kami mendukung pemeliharaan garis gencatan senjata saat ini. Kami percaya sangat penting bagi semua pihak untuk mempertahankan dan menghormati zona gencatan senjata yang berfungsi untuk meningkatkan stabilitas di Suriah, dan untuk bekerja menuju solusi politik untuk konflik ini," kata jubir deplu AS.
“Kami mengakui kekhawatiran keamanan Turki yang sah di perbatasan selatan Turki, tetapi setiap serangan baru akan semakin merusak stabilitas regional dan membahayakan pasukan AS dalam kampanye koalisi melawan ISIS,” tambah Price, merujuk pada kelompok teror Daesh/ISIS.