Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada hari Senin mengkritik keras rezim Suriah atas "ribuan" laporan kematian yang telah dirilis, mengatakan mereka mengkonfirmasi kecurigaan penangkapan sistematis, penyiksaan dan pembunuhan.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 117.000 orang diyakini telah ditahan atau dipaksa menghilang di Suriah sejak konflik dimulai pada 2011 dan "mayoritas" diduga berada dalam tahanan rezim "di seluruh jaringan penjara di mana pejabat rezim menyiksa dan membunuh warga sipil untuk mengintimidasi dan membungkam perlawanan apa pun” terhadap aturan Bashar al-Assad.
"Dokumentasi yang luas dan bukti lain dari penyiksaan dan pembunuhan ini dikumpulkan oleh organisasi internasional dan mendukung kecaman terus-menerus atas rezim Suriah serta penuntutan terhadap para pejabat yang bersalah di berbagai pengadilan," katanya.
"Amerika Serikat kembali menegaskan kutukan terhadap tindakan kejam rezim Assad dan menyerukannya untuk mematuhi hukum dan norma internasional yang berkaitan dengan perlakuan terhadap tahanan, termasuk dengan memungkinkan akses untuk pemantauan bebas."
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi.
Menurut laporan PBB, ratusan ribu telah tewas dan jutaan orang terlantar dalam konflik tujuh tahun. Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan hampir 120.000 orang telah ditangkap secara sewenang-wenang.