Michael Hernandez
WASHINGTON
Pemerintah Amerika Serikat meminta Dewan Keamanan PBB memberikan perhatian lebih terhadap pentingnya demonstrasi yang terjadi di Iran. Hal itu pun memicu kritik dari sejumlah anggota Dewan Keamanan mengenai topik pembahasan yang diajukan Amerika Serikat.
“Hari ini rakyat Iran berbicara kepada pemerintah dan pesan mereka tidak terbantahkan, berhenti mendukung terorisme. Berhenti memberikan uang kita kepada diktaktor dan pembunuh,” ujar Nikki Haley utusan Pemerintah Amerika Serikat jelang pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Haley mengatakan Dewan Keamanan PBB harus memperkuat pesan yang disampaikan Rakyat Iran. Dia pun memberi peringatan kepada Iran bahwa saat ini dunia internasional mengawasi apa yang dilakukan negara itu.
Pada 28 Desember lalu, ribuan masyarakat turun ke jalan di wilayah perairan timur Iran, yakni Kota Mashhad dan Kashmar untuk memprotes kenaikan inflasi dan pengangguran.
Beberapa hari kemudian, aksi protes anti pemerintah itu menyebar di sejumlah kota lainnya yakni Tehran, Kermanshah, Sanandaj, Zanjan, Ahvaz dan Provinsi Arak.
Lebih dari 20 orang tewas dalam aksi demonstrasi, termasuk satu aparat kepolisian dan ribuan lainnya ditahan oleh aparat keamanan setempat.
Sementara itu, Rusia menuduh Amerika Serikat menyalahgunakan posisi Dewan Keamanan PBB. Rusia menilai isu Iran yang diajukan dalam Forum Keamanan Dewan PBB merupakan hal tidak tepat untuk menanggapi demonstrasi di Iran.
“Topik yang dipilih hari ini tidak masuk dalam hak preogatif Dewan Keamanan PBB,” ujar utusan Pemerintah Rusia Vasilly Nebenzya.
Dia menyatakan turut berduka terhadap adanya korban tewas dalam aksi itu. Namun, kata dia, Iran bisa menyelesaikan permasalahan di dalam negerinya sendiri.
“Kita tidak ingin terlibat dalam menstabilkan Iran atau negara lain,” tambah dia.
Utusan Iran untuk PBB yang ikut hadir dalam pertemuan itu meski tidak menjadi Anggota Dewan Keamanan PBB menyetujui pernyataan Rusia. Iran menilai Amerika Serikat menyalahgunakan posisi Dewan Keamanan PBB.
Utusan Pemerintah Inggris untuk PBB Matthew Rycoft memperdebatkan isu mengenai Iran. Meski demikian dia menilai dalam pasal 34 Dewan Keamanan PBB menyatakan pihaknya bisa menyelidiki sengketa yang dapat memicu konflik internasional.
“Tidak ada satupun yang memaksa isu Iran masuk dalam agenda kita,” ujar Matthew.
Sementara itu utusan Pemerintah Perancis untuk PBB, Francois Delattre, sempat mengatakan sebelum pertemuan bahwa komunitas internasional harus mengikuti aturan yang ada.
“Ya, tentu saja diperlukan kewaspadaan dan panggilan untuk kebebasan berekspresi, tapi tidak untuk adanya turut campur dari pihak luar karena akan memperkuat aksi ekstrem. Itu yang ingin kita hindari,” kata dia.
Pada jumat lalu, Masyarakat Iran menggelar sejumlah aksi unjuk rasa mengutuk Pemerintah Amerika Serikat yang mendukung gerakan anti Pemerintah Iran. Dalam salah satu aksi demonstrasi terbesar di Masjid Imam Khomeini itu, ribuan orang mengecam dan menyerukan slogan anti Amerika serikat.
news_share_descriptionsubscription_contact

