Diyar Güldoğan
22 April 2026•Update: 22 April 2026
Amerika Serikat memperingatkan bahwa individu maupun kapal yang terlibat dalam jaringan perdagangan minyak dan keuangan Iran berpotensi dikenai sanksi, seiring peningkatan tekanan terhadap ekonomi negara tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Selasa mengatakan Washington akan melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sambil memperketat tekanan finansial yang menargetkan sektor minyak sebagai sumber utama pendapatan negara itu.
“Dalam hitungan hari, fasilitas penyimpanan di Pulau Kharg akan penuh dan sumur minyak Iran yang rapuh akan dihentikan. Pembatasan perdagangan maritim Iran secara langsung menargetkan sumber utama pendapatan rezim,” ujarnya melalui platform X.
Ia menambahkan kementeriannya akan terus menjalankan kampanye yang disebut sebagai “tekanan maksimum” guna mengganggu kemampuan Iran dalam menghasilkan, mentransfer, dan memulangkan dana.
“Setiap individu atau kapal yang memfasilitasi aliran ini—melalui perdagangan dan keuangan terselubung—berisiko terkena sanksi AS. Kami terus membekukan dana yang dicuri oleh kepemimpinan korup atas nama rakyat Iran,” tulisnya.
Harga minyak pada Selasa bergerak sangat fluktuatif setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, sementara blokade angkatan laut tetap diberlakukan.