Maria Elisa Hospita
06 Oktober 2020•Update: 08 Oktober 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Para menteri luar negeri Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia mengutuk peningkatan kekerasan antara Armenia dan Azerbaijan dan menyerukan agar pihak-pihak tersebut melakukan gencatan senjata.
Dalam pernyataan bersama, para pejabat tinggi mengatakan serangan baru-baru ini yang diduga menargetkan permukiman sipil - baik di sepanjang Garis Kontak maupun di wilayah Azerbaijan dan Armenia di luar zona konflik Nagorno-Karabakh - tidak proporsional dan ancaman bagi stabilitas kawasan.
"Para menteri sekali lagi menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk memberlakukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat," kata mereka yang tergabung dalam OSCE Minsk Group.
Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan yang memperebutkan Nagorno-Karabakh dimulai pada 27 September.
Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak tahun 1991, ketika militer Armenia menduduki wilayah itu, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB menuntut penarikan pasukan pendudukan.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik tersebut, tetapi tak kunjung berhasil. Gencatan senjata, bagaimanapun, disepakati pada 1994.
Selain OSCE Minsk Group, Rusia dan NATO juga telah menyerukan penghentian bentrokan yang sedang berlangsung di wilayah pendudukan.