Umar Idrıs
14 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
James Reinl
NEW YORK
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada hari Senin mengeluarkan China dari daftar negara-negara dinilai sebagai manipulator mata uang ketika dua negara berencana untuk mengakhiri perang dagang.
Dalam Laporan tahunan tentang Kebijakan Makroekonomi dan Valuta Asing dari Mitra Dagang Utama Amerika Serikat, Departemen Keuangan menyimpulkan pada saat ini "tidak ada mitra dagang utama AS" yang dapat dianggap sebagai manipulator mata uang.
Keputusan itu diambil menjelang negosiator perdagangan AS dan China akan bertemu pada Rabu untuk menandatangani kesepakatan "fase satu" di Washington untuk mengakhiri perang dagang yang telah membuat dua negara ekonomi terbesar di dunia itu saling membalas dengan tarif masuk pada sejumlah produk.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Beijing telah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan devaluasi mata uang yuan, yang telah membuat ekspor China lebih murah sehingga merugikan produsen pesaing di AS.
"Departemen Keuangan telah membantu mengamankan perjanjian Fase Satu dengan China yang akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi lebih besar dan peluang bagi pekerja dan bisnis Amerika," kata Mnuchin.
“Tiongkok telah membuat komitmen untuk menahan diri melakukan sembari mempromosikan transparansi dan akuntabilitas.”
Alih-alih diperlakukan sebagai manipulator mata uang, Tiongkok sekarang berada di "daftar pemantauan" mitra dagang AS yang "patut mendapat perhatian dekat". Dalam daftar ini termasuk Jerman, Irlandia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Swiss, dan Vietnam.