Shenny Fierdha
23 September 2017•Update: 23 September 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Mercado Común del Sur (Common Market of the South/MERCOSUR) harus meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan, kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam pertemuan antara ASEAN dengan MERCOSUR pada Jumat di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-72, di New York.
ASEAN maupun negara-negara Amerika Selatan, kata Retno, belum mampu mengembangkan kekuatan ekonominya secara optimal, padahal keduanya memiliki potensi besar.
ASEAN memiliki sekitar 640 juta jiwa sementara Amerika Selatan mempunyai negara yang kuat secara ekonomi yaitu Brazil dan Argentina.
“Jika disatukan, potensi ekonomi keduanya akan semakin besar,” kata Menteri Retno.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesimpulan bersama tentang pentingnya kedua kawasan untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang, seperti pembangunan, pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), konektivitas, dan hubungan orang-ke-orang (people-to-peope contact), di samping bidang ekonomi dan perdagangan.
Interaksi bisnis dan partisipasi para pelaku bisnis, kata Retno, juga harus ditingkatkan melalui kegiatan seperti pameran perdagangan maupun investasi di ASEAN dan Amerika Selatan agar terus berkembang.
“Kita masih merundingkan Regional Comprehensive Economic Partnership dengan ASEAN Plus 6,” kata Menteri Retno.
Pertemuan antara ASEAN dan MERCOSUR ini merupakan kali kedua di mana pertemuan pertamanya digelar pada 2008 di Brazilia, Brazil.
MERCOSUR beranggotakan Argentina, Brazil, Paraguay, dan Uruguay yang dibentuk pada 1991 melalui Treaty of Asunción dan berperan sebagai blok perdagangan (trading block) di Amerika Selatan.
Pendapatan per kapita penduduk di kawasan MERCOSUR per tahunnya sekitar US$ 11.573, setara dengan Rp153 juta per tahun, dengan jumlah penduduk sekitar 289 juta jiwa.