Burc Eruygur
01 November 2022•Update: 04 November 2022
ISTANBUL
Presiden Rusia dan Azerbaijan serta perdana menteri Armenia menegaskan kembali komitmen mereka untuk normalisasi komprehensif hubungan antara Baku-Yerevan.
Mereka bertiga juga berupaya memastikan perdamaian, stabilitas, keamanan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kaukasus Selatan, menurut pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan trilateral di Sochi, Rusia pada Senin.
Pernyataan bersama yang dibagikan di situs resmi Kepresidenan Rusia mengatakan bahwa semua pihak sepakat tentang pentingnya menciptakan suasana dialog positif antara Azerbaijan dan Armenia, dan pembangunan hubungan antar-parlemen.
"Menurut kami, ini adalah pertemuan yang sangat berguna. Itu menciptakan suasana yang sangat baik untuk kemungkinan kesepakatan di masa depan mengenai beberapa masalah mendasar," kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan tersebut.
Putin menggarisbawahi bahwa pihak-pihak tidak dapat menyetujui segala sesuatu tentang Karabakh, dan dia menambahkan bahwa beberapa bagian harus dihapus dari teks “yang sebelumnya dibicarakan di tingkat ahli.”
Dia kemudian mengatakan Moskow akan melakukan segalanya untuk penyelesaian akhir antara Armenia dan Azerbaijan.
“Federasi Rusia tetap berhubungan dengan Armenia dan Azerbaijan untuk melanjutkan dialog dan mengakhiri konflik di wilayah ini,” kata Putin.
“Memperhatikan kontribusi kunci dari kontingen penjaga perdamaian Rusia untuk memastikan keamanan di area penempatannya, mereka menekankan relevansi upayanya untuk menstabilkan situasi di kawasan itu,” sebut pernyataan dari Kremlin.
Selama pembicaraan trilateral, ketiga pemimpin juga sepakat untuk menahan diri dari penggunaan atau ancaman kekuatan untuk membahas dan menyelesaikan masalah.
Pernyataan itu mencatat bahwa Rusia akan memberikan "semua bantuan yang mungkin" dalam mempersiapkan "solusi yang dapat diterima bersama" untuk perjanjian damai antara Azerbaijan dan Armenia untuk "mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan jangka panjang di kawasan itu."
“Para pemimpin Azerbaijan dan Armenia menyambut baik kesiapan Rusia untuk terus berkontribusi dalam segala cara yang mungkin untuk normalisasi hubungan antara Azerbaijan dan Armenia, memastikan stabilitas dan kemakmuran di Kaukasus Selatan,” tukas pernyataan itu.
Sebelumnya, Putin mengadakan pembicaraan terpisah dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dengan fokus pada poin pembicaraan masing-masing yang dibahas selama pembicaraan trilateral.
Terjadi bentrokan mematikan pada September kemarin di perbatasan Azerbaijan-Armenia dekat Karabakh yang merenggut hampir 300 nyawa.
Hubungan antara dua bekas republik Soviet telah tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.