Maria Elisa Hospita
15 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India
Sedikitnya 15 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor setelah Topan Titli melanda negara bagian Orrisa, India Timur.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Komisaris Bantuan Khusus B P Sethi mengatakan: “15 orang tewas di distrik Gajapati karena tanah longsor yang disebabkan oleh hujan lebat di daerah itu,"
Selain itu, empat orang juga dilaporkan hilang dari daerah tersebut. Menurut pejabat setempat, bencana itu melanda sebuah daerah terpencil yang bahkan susah dijangkau oleh staf evakuasi.
Pada Sabtu, Ketua Menteri Naveen Patnaik meninjau survei aerial dari distrik-distrik yang dilanda angin topan, di antaranya Gajapati, Ganjam, Puri, Kandhamal, Kendrapara, dan Rayagada.
Dia juga mengumumkan akan menyalurkan bantuan uang bagi orang-orang yang terkena dampak.
"Satu tim penyelamat, termasuk personel dari Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF), telah dikerahkan ke daerah-daerah terdampak," kata Patnaik dalam sebuah siaran pers.
Topan membuat pendaratan pada Kamis di barat daya Gopalpur dekat Palasa.
Kemudian, pada Jumat, sebanyak 127.262 orang berlindung di 963 pusat bantuan, sementara NDRF dan Orissa Disaster Rapid Action Force (ODRAF) dikerahkan untuk evakuasi dan pendistribusian bantuan.
Menurut surat kabar Indian Express, sekitar enam juta orang diperkirakan terkena dampak bencana, terutama di Ganjam, Gajapati, dan distrik Rayagada.
Di negara bagian Andhra Pradesh, tujuh orang meninggal dunia akibat topan. Pemerintah negara bagian telah mengucurkan dana sekitar USD6.750 (Rs 5,00,000) untuk keluarga korban.
Sementara itu, Ketua Menteri N. Chandrababu Naidu melayangkan surat ke pemerintah persatuan untuk menggelontorkan USD162 juta sebagai bantuan darurat.
“Topan telah merusak properti, infrastruktur, area pertanian di banyak distrik negara bagian. Distribusi bantuan dan evakuasi telah dimulai di daerah-daerah terdampak bencana. Kami juga telah meminta bantuan dari pusat,” jelas Naidu.