01 September 2017•Update: 04 September 2017
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Setidaknya 100.000 orang terlantar dan lusinan rumah dan sawah warga terendam banjir di beberapa kawasan di negara bagian Benue di Nigeria, menurut pihak berwenang.
“Presiden Muhammadu Buhari menerima sejumlah laporan mengkhawatirkan soal banjir di Benue, yang menurut estimasi berdampak pada ribuan rumah dan berujung pada pengungsian lebih dari 100.000 warga dari 12 area,” kata juru bicara kepresidenan Garba Shehu dalam pernyataannya pada Kamis malam
Presiden Buhari mengarahkan Badan Manejemen Bencana Nasional (NEMA) segara mengirim bantuan dan personel untuk menolong korban banjir.
Banjir datang menyusul hujan deras dan meluapnya air dari bendungan di Kamerun, yang berbatasan dengan negara itu.
Situs media Nigeria dan media sosial dipenuhi laporan serta foto-foto dan video banjir di negara bagian yang merupakan kawasan persawahan Nigeria, menyerukan agar para dermawan dan pemerintahan segara menyalurkan bantuan bagi korban.
NEMA belum mengeluarkan pernyataan mengenai kondisi di sana, kemungkinan kelaparan, atau meningkatnya harga pangan. Benue dikenal sebagai produsen makanan pokok di Nigeria.
Banjir besar terakhir terjadi di beberapa negara bagian Nigeria pada 2012, menewaskan banyak orang dan menelantarkan ribuan lainnya.
Lagos, sebuah kota besar di Nigeria, juga tidak lama ini mengalami kebanjiran, yang membuat warga menyerukan perlu peningkatan pada hukum-hukum lingkungan hidup dan perlunya pemerintah menerapkan langkah-langkah untuk menanggulangi dampak perubahan iklim.