Maria Elisa Hospita
01 Juli 2020•Update: 07 Juli 2020
Alyssa McMurtry
OVIEDO, Spanyol
Sementara Spanyol mencatat 301 kasus baru pada Selasa, bank sentral negara merilis laporan tahunan yang menunjukkan bahwa ekonomi tidak akan pulih dari krisis kesehatan setidaknya hingga akhir 2022.
Kementerian Kesehatan melaporkan sembilan orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban meninggal mencapai 28.355 jiwa.
Laporan tahunan bank sentral itu tidak hanya memprediksi bahwa pemulihan ekonomi akan memakan waktu bertahun-tahun, tetapi juga menyoroti bahwa perempuan, pekerja berpenghasilan rendah, dan kaum muda akan menanggung beban terbesar dari krisis ekonomi.
"Ekonomi Spanyol menghadapi krisis Covid-19 dengan ketimpangan jauh lebih tinggi daripada sebelum krisis keuangan 2008. Krisis Covid-19 memiliki dampak terbesar pada kelompok-kelompok rentan, yang akan menunjukkan semakin tingginya kesenjangan," papar laporan itu.
Laporan tersebut menjelaskan bagaimana ekonomi Spanyol menderita penurunan terbesar yang pernah ada selama kuartal pertama tahun ini (5,2 persen), tetapi kemerosotan ekonomi diperkirakan akan jauh lebih tajam di kuartal kedua.
Bank memprediksi bahwa pengangguran di Spanyol akan meningkat hingga 18,4 persen - 24,7 persen jika gelombang kedua pandemi menyerang Spanyol.
“Kami membutuhkan strategi pertumbuhan yang integral, ambisius, dan berbasis pada konsensus. Kita harus segera bertindak,” kata Direktur Bank Sentral Spanyol Pablo Hernandez de Cos pada Selasa.
Masa darurat Spanyol berakhir pada 21 Juni dan Spanyol telah membuka kembali perbatasannya untuk sebagian besar negara Eropa.