Muhammad Abdullah Azzam
23 November 2018•Update: 23 November 2018
Adam Abu Bashal
ABUJA
Sebanyak 11 orang tewas dalam bentrokan antara gembala dan petani di Nigeria.
Menurut laporan media setempat, 11 orang tewas dalam bentrokan pada Kamis di desa Gora, negara bagian Katsina, sementara banyak orang menderita luka-luka akibat konlfik yang berlangsung di wilayah tersebut.
Selain itu, banyak sapi musnah akibat bentrokan kedua pihak itu.
Juru bicara polisi negara bagian Katsina, Gambo Isah mengatakan bahwa pemerintah telah mengirim pasukan keamanan ke daerah tersebut untuk melakukan penyelidikan terkait insiden itu.
Komunitas penggembala ternak nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria untuk mencari makanan untuk hewan-hewan mereka dituduh telah mencoba mencuri hewan-hewan dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18, saat seorang ulama bernama Sheikh Usman Dan Fodio berusaha menyebarkan ajaran-ajaran Islam ke masyarakat setempat yang mayoritas penduduknya adalah umat Kristiani.
Kekerasan antara penggembala dan petani telah menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di jalur tengah atau tengah selatan yang merupakan kawasan agraris, dengan kedua belah pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah negara bagian, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan, yang dianggap para penggembala tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan Danau Chad.