Pizaro Gozali
29 September 2017•Update: 30 September 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyambut baik bergabungnya Palestina sebagai anggota International Police Service (Interpol).
“Bergabungnya Palestina dengan Interpol semakin menegaskan eksistensinya dalam kancah kepolisian internasional sebagai sebuah negara yang memiliki sistem yuridiksi cukup baik," ucap Wakil Ketua BKSAP Rofi Munawar di Jakarta, Jumat.
Bergabungnya Palestina dengan Interpol, kata Rofi, sejak lama ditentang keras oleh Israel. Israel bahkan melakukan lobi-lobi keras untuk melawan upaya Palestina.
“Tahun lalu Israel mengklaim kemenangan saat upaya Palestina untuk bergabung Interpol ditangguhkan,” kata Rofi.
Dia juga menambahkan,
Indonesia menganggap upaya gigih Palestina untuk menjadi bagian dari Interpol
sangat sejalan dengan nilai-nilai nasional, untuk dapat berperan serta positif
dalam perdamaian dunia.
Palestina telah
resmi bergabung sebagai anggota Interpol dalam voting yang digelar saat Sidang
Majelis Umum di markas Interpol di Beijing, China, Kamis. Dari proses voting
tersebut 75 negara menyatakan setuju, 24 menolak, dan 34 negara bersikap abstain.