Maria Elisa Hospita
14 Februari 2018•Update: 14 Februari 2018
Abdullah Asiran
DEN HAAG
Sehari setelah mengaku berbohong soal Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Luar Negeri Belanda Halbe Zijlstra, pada Selasa, mengumumkan pengunduran dirinya.
Pada 2016, di hadapan kongres Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD), Zijlstra mengatakan bahwa dirinya mendengar Putin menyatakan ambisinya untuk mewujudkan "Rusia yang Lebih Besar" (Greater Russia) pada 2006.
Lewat pidato emosional di Dewan Perwakilan Rakyat, Zijlstra pun menyatakan mundur.
Zijlstra menyebut kebohongannya sebagai "kesalahan terbesar" di sepanjang perjalanan karier politiknya, dan mengatakan bahwa Belanda membutuhkan menteri luar negeri yang lebih baik.
Keputusan tersebut diambil sehari sebelum kunjungan resminya ke Moskow, di mana dia akan menemui Menlu Rusia Sergey Lavrov.
Skandal "Greater Russia" menandai berakhirnya empat bulan masa jabatan Zijlstra sebagai menteri luar negeri.