Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 September 2020•Update: 22 September 2020
Ugur Aslanhan
ISTANBUL
Organisasi D-8 untuk Kerja Sama Ekonomi dan Institut Forum Pariwisata Dunia (WTFI) pada Minggu menandatangani perjanjian di Istanbul untuk meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata antara negara-negara anggota.
Bulut Bagci, kepala organisasi yang berbasis di Inggris itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa negosiasi antara sekretaris jenderal D-8 dan WTFI membuahkan hasil.
Bagci mengatakan populasi negara-negara D-8 telah menembus 1,1 miliar, dengan ekonomi mencapai 3,7 triliun dan volume ekspor melebihi USD700 miliar.
Menurut dia, negara-negara D-8 dengan penduduknya yang masih muda dan dinamis, telah menjalin kerjasama di berbagai bidang dan kini tujuannya adalah meningkatkan kolaborasi di bidang pariwisata.
“Target pertama kami adalah meningkatkan jumlah aktivitas pariwisata dan wisatawan di kalangan anggota D-8. Kami bertujuan untuk meningkatkan lalu lintas turis di antara negara-negara anggota sebesar 50 persen dan 100 persen dari seluruh dunia untuk setiap negara," ungkap Bagci.
Dia menambahkan bahwa D-8 akan memastikan bahwa negara-negara anggota meningkatkan pendapatan mereka lewat pariwisata.
Bagci menyebut bahwa organisasi akan memberlakukan prosedur yang serupa dengan yang ada di UE dan semua detail serta rencana akan dirampungkan dalam enam bulan.
Semua destinasi wisata di negara-negara D-8 akan dipetakan, tambah dia, meskipun Turki, Mesir, Indonesia dan Malaysia dalam posisi yang baik dalam hal pariwisata, negara-negara ini masih perlu dipromosikan.
"Tetapi anggota D-8 lainnya seperti Nigeria, Bangladesh, Iran dan Pakistan membutuhkan lebih banyak publisitas ... negara-negara ini memiliki potensi besar tetapi berada di tangga terbawah," ujar Bagci.
"Dengan pengalaman Turki dalam pariwisata, kami akan mempromosikan semua anggota D-8 secara global, terutama yang tertinggal," tambah dia.
D-8 dibentuk pada 15 Juni 1997, setelah perdana menteri Turki saat itu, Necmettin Erbakan, mengusulkan pembentukan kelompok ekonomi delapan negara berkembang dari dunia Muslim, yang beranggotakan Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.