Fatih Erel
06 Desember 2017•Update: 07 Desember 2017
Fatih Erel
JENEWA
Perundingan damai Suriah yang didukung oleh PBB berlanjut di Jenewa, Selasa, tanpa dihadiri delegasi rezim Suriah.
Delegasi pemerintah Suriah meninggalkan Jenewa pekan lalu tanpa sempat mengkonfirmasi apakah mereka akan kembali, sementara delegasi oposisi bersikeras bahwa pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad seharusnya tidak dilibatkan dalam pemerintahan sementara.
Utusan Suriah untuk PBB Staffan de Mistura dan sejumlah pejabat PBB menemui perwakilan oposisi pada Selasa untuk merundingkan penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama enam tahun.
Setelah pertemuan tersebut, juru runding oposisi Nasr al-Hariri mengecam serangan udara rezim di daerah kekuasaan pemberontak di Damaskus, Ghouta Timur.
"Sementara kita berada di sini untuk berunding, rezim justru melancarkan kekerasan dan pembantaian. Saat ini, di Ghouta Timur banyak wanita dan anak-anak yang terluka dan membutuhkan evakuasi sesegera mungkin, namun rezim tidak mengizinkannya," kata al-Hariri kepada wartawan.
"Penderitaan di Ghouta Timur menunjukkan bahwa kita membutuhkan solusi politik untuk menolong rakyat Suriah. Jarak antara para korban dengan rumah sakit hanyalah 45 menit, namun rezim tersebut mencegah evakuasi korban. Ini adalah tanggung jawab masyarakat dunia dan utusan khusus untuk mengumumkan ke seluruh dunia mengenai pihak mana yang menolak untuk berunding," jelas dia.
Serangan pesawat tempur rezim telah menewaskan sedikitnya 27 orang di Ghouta Timur pada Minggu,
Bulan lalu, de Mistura mengusulkan perundingan langsung antara kedua pihak tanpa prasyarat. Oposisi persatuan menerima tawaran tersebut, sementara delegasi rezim menolaknya.
Putaran terbaru perundingan damai yang dimulai pada Selasa pekan lalu dihadiri oleh Mistura dan pihak oposisi. Delegasi rezim berunding dengan de Mistura sehari setelahnya.
Perundingan kedelapan rencananya akan digelar pada 15 Desember.
Negosiasi "empat keranjang" - konstitusi baru, pemerintahan, pemilihan umum, dan pemberantasan terorisme - telah dibicarakan, sekaligus juga isu-isu seperti tahanan, korban penculikan, orang hilang, dan akses kemanusiaan.