Pizaro Gozali İdrus
31 Maret 2018•Update: 01 April 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar mengecam tindakan Israel yang menembaki warga Palestina di Gaza saat peringatan Land Day yakni hari di mana Israel menyita tanah milik warga Palestina pada 1976.
"Apa yang dilakukan Israel telah melampaui batas dan tidak berperikemanusiaan," ujar Wakil Ketua BKSAP Rofi Munawar siaran persnya di Jakarta, Sabtu.
Rofi menjelaskan jumlah korban tewas dari demonstrasi ini adalah yang terbesar sejak perang Israel terakhir di Gaza pada musim panas 2014.
Sejak itu, kata Rofi, warga Gaza menjalani periode panjang dengan kondisi ekonomi sulit.
Rofi menjelaskan kekerasan selalu menghiasi tanah palestina sejak 1948 dan terus terjadi setiap tahun.
“Warga Palestina yang menuntut hak atas tanah mereka, selalu dihadapi dengan tindakan represif tentara Israel" ujar Rofi.
Padahal, kata Rofi, dalam aksinya warga gaza melakukan demonstrasi dengan damai.
“Meski terjadi konfrontasi antara pemuda dengan Israel beberapa kali, tanggapan Israel selalu dengan penembakan dan pembunuhan," tukas Rofi.
Sebelumnya puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade berkumpul di perbatasan Jumat untuk menegaskan kembali hak mereka untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah.
Demonstrasi massal hari Jumat juga dimaksudkan untuk menekan Israel mencabut blokade yang sudah dilakukan lebih dari satu dekade di Jalur Gaza yang dikelola Hamas.
Tercatat, sudah 15 demonstran Palestina tewas ditembak pasukan Israel yang menjaga sepanjang perbatasan.
Puluhan ribu warga Gaza berbaris sepanjang 45 kilometer (28 mil) di perbatasan Timur dengan Israel untuk menuntut hak mereka kembali ke rumah leluhur di Palestina yang bersejarah.
Israel mengerahkan ribuan pasukan di sepanjang perbatasan untuk mengantisipasi demonstrasi massa. Dijuluki "Great Return March", unjuk rasa itu juga dimaksudkan untuk menekan Israel mencabut blokade selama satu dasawarsa di Gaza.
Rally telah didukung oleh hampir semua faksi politik Palestina, yang telah berulang kali menekankan sifat damai acara tersebut.
Sejak 2007, Jalur Gaza telah diblokade Israel / Mesir yang akibatnya melumpuhkan perekonomian dan kebebasan rakyat Palestina