Iqbal Musyaffa
31 Januari 2020•Update: 02 Februari 2020
JAKARTA
Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste mengatakan dengan keluar dari Uni Eropa akan memberikan peluang yang baru bagi Inggris.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan pada 31 Januari pukul 11 malam waktu Inggris atau 1 Februari jam 6 pagi waktu Indonesia bagian barat akan menjadi hari bersejarah bagi Inggris dan Uni Eropa.
“Pemerintah Inggris akan memenuhi janji kepada rakyatnya yang telah melakukan pemungutan suara tiga tahun lalu untuk meninggalkan Uni Eropa,” ujar Dubes Jenkins di Jakarta, Jumat.
Menurut Dubes Jenkins, dengan meninggalkan Uni Eropa merupakan kesempatan bagi Inggris untuk menunjukkan definisi sebenarnya atas konsep Global Britain.
“Global Britania berarti pemerintah Inggris yang bervisi global, membina hubungan baru dengan Uni Eropa, bahkan hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara seperti Indonesia,” jelas Dubes Jenkins.
Dia menambahkan Global Britania berarti Inggris akan lebih ambisius dalam memperluas perdagangan global, terutama mencari pasar baru di belahan dunia lainnya, dan akan menjadi Abad Asia.
“Global Britania berarti menjadi negara perdagangan bebas dan liberal, bertindak dengan keteguhan moral yang kuat, sebagai kekuatan untuk kebaikan di dunia,” tambah dia.
Dudes Jenkins menambahkan Inggris berkeyakinan dapat menjangkau dunia sebagai sebuah negara yang ambisius dengan ide-ide besar, dipicu oleh ambisi baru dan bertekad untuk mengidentifikasi serta mendapatkan peluang-peluang kerjasama baru
“Sebagai negara, kami akan baik-baik saja. Dari keindahan Loch Ness hingga misteri Stonehenge, Inggris memiliki beberapa landmark dan merek paling terkenal di dunia seperti Big Ben, London Eye, London Cab, London bus, kotak telepon, kotak surat,” imbuh Dubes Jenkins.
Dia juga mengatakan Inggris adalah negara yang melahirkan banyak tokoh dan juga turnamen olahraga kelas dunia seperti Shakespeare, Harry Potter, James Bond, The Beatles, Ed Sheeran, Liga Premier, dan Wimbledon.
“Lebih dari 1,75 miliar orang, seperempat dari populasi dunia, berbicara bahasa Inggris. Kami memiliki empat dari 10 universitas terbaik di dunia, menempati salah satu peringkat terbaik untuk melakukan bisnis dan merupakan ekonomi terbesar ke-6 di dunia,” lanjut dia.
Dubes Jenkins menambahkan Inggris adalah tujuan nomor satu untuk investasi di Eropa. Tingkat investasi ke sektor teknologi Inggris saat ini, lebih baik daripada negara adidaya teknologi seperti AS dan Cina.
“London memiliki lebih banyak perusahaan start-up teknologi daripada kota lain. Jadi kami yakin akan kemampuan kami untuk mengambil posisi baru kami sebagai negara yang mandiri di dunia,” ungkap Dubes Jenkins.