15 Juli 2017•Update: 15 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Turki beberapa waktu lalu meninggalkan kesan positif. Seperti biasa, Jokowi menyempatkan diri untuk membuat video blog (vlog) dengan Presiden Erdogan.
Jokowi memang selalu mengajak kepala negara sahabat yang ia jumpai untuk berswafoto ataupun membuat vlog seperti sebelumnya dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Kebiasaan membuat vlog ini disebut oleh Duta Besar Turki untu Indonesia Sander Gurbuz sebagai Indonesia Way.
“Cara Presiden Jokowi membuat vlog bersama Presiden Erdogan sangat Indonesia. Dan ini adalah ‘Indonesia way’ dan cara yang sangat baik. Saya ada di sana ketika vlog tersebut dibuat dan terlihat dari raut muka dan perkataan kedua presiden kalau mereka sangat dekat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa diplomasi vlog Jokowi merupakan cara yang sangat istimewa yang dilakukan pemimpin negara. “Dan hal yang terpenting adalah kedua presiden sangat mengerti dan memahami satu sama lain dan semakin mempererat hubungan kedua negara.”
Gurbuz mengatakan ia merupakan salah satu bagian dari delegasi Turki untuk menyambut Presiden Jokowi dan kunjungan tersebut sangat memberikan dampak positif bagi hubungan kedua negara di berbagai aspek.
“Setelah tujuh tahun, ini adalah kunjungan pertama Presiden Indonesia ke Turki dan kunjungan tersebut sangat sukses. Kedua Presiden saling bertemu untuk kemudian diikuti oleh pertemuan delegasi kedua negara membahas banyak isu bilateral dan internasional, termasuk juga membahas FETO,” urainya.
Salah satu poin terpenting dalam kunjungan tersebut adalah dalam waktu dekat kedua negara akan memiliki kesepakatan perdagangan bebas yang diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan kedua negara sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Turki.
Presiden Jokowi juga bertemu dengan kelompok pengusaha Turki yang sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, hubungan ekonomi kedua negara saat ini masih berada di bawah potensi yang ada.
“Kerja sama yang mungkin bisa dijalin antara lain untuk sektor energi, pendidikan, dan konstruksi mengingat perusahaan konstruksi Turki adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.”