Hassan İsilow
17 Maret 2018•Update: 18 Maret 2018
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Mantan Presiden Jacob Zuma segera menghadapi persidangan setelah Jaksa Penuntut Umum Afrika Selatan mengumumkan pada Jumat bahwa Otoritas Penuntutan Nasional (National Prosecuting Authority/NPA) akan memproses sejumlah dakwaan korupsi dan penipuan yang berkaitan engan perdagangan senjata senilai USD 2,5 miliar yang dibuatnya pada akhir 1990.
"Setelah mempertimbangkan kasus ini, saya percaya adanya kasus yang akan berhasil melawan Zuma dalam daftar tuntutan terhadap beliau," kata kepala NPA Shaun Abrahams di ibu kota Pretoria.
Abrahams berkata dia telah mengirimkan pemberitahuan tertulis lewat pengacara Zuma soal keputusan ini.
Mantan ketua NPA Mokotedi Mpshe sebelumnya membatalkan 783 dakwaan korupsi terhadap Zuma pada 2009, hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden.
Mpshe berkata alasannya menarik dakwaan terhadap Zuma adalah karena keberadaan rekaman telepon di antara pejabat senior mantan Presiden Thabo Mbeki yang mengindikasikan mereka telah memanipulasi kasus Zuma untuk kepentingan politik.
Tahun lalu, Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali keputusan pengadilan tinggi Pretoria atas berbagai dakwaan terhadap Zuma.
Dakawaan-dakwaan tersebut termasuk korupsi, pemerasan dan kecurangan dalam pembelian senjata untuk negara pada 1999 yang bernilai miliaran dolar.
Mantan presiden tersebut kini menghadapi 16 tututan atas penipuan, korupsi dan pencucian uang dalam 783 pembayaran yang diterimanya dari mantan penasihat keuangannya, Shabis Shaik, yang kini dipenjara karena korupsi.
Zuma dipaksa mengundurkan diri sebagai presiden pada Februari setelah menghadapi tekanan dari partai yang menaunginya, African National Congres (ANC).
Abrahams berkata kepala penuntut umum di KwaZulu-Natal akan memfasilitasi proses Zuma di pengadilan. KwaZulu-Natal adalah provinsi asal Zuma di mana dia mendapatkan banyak dukungan. Para pengamat politik negara tersebut khawatir demo akan terjadi selama proses pengadilan.