Emin Avundukluoglu
29 November 2017•Update: 30 November 2017
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengatakan bahwa ia akan berdiskusi kembali dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa hari mendatang.
Dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Erdogan membahas perbincangannya dengan Trump pada 24 November lewat sambungan telepon.
"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan menggelar diskusi dengan Trump mengenai negosiasi dari YPG ke FETO, kasus-kasus yang berkaitan dengan negara kami, dan kerja sama dalam industri pertahanan," jelas Erdogan merujuk pada kasus pebisnis Turki Riza Sarraf di New York.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang menetap di AS, Fetullah Gulen, mendalangi percobaan kudeta pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 jiwa dan menyebabkan hampir 2.200 luka-luka.
PYD dan sayap militernya, YPG, merupakan cabang jaringan teroris PKK di Suriah, yang telah berperang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun dan memakan ribuan korban jiwa.
Erdogan dan Trump telah sepakat untuk memerangi semua kelompok teroris dan juga bertukar pandangan soal krisis Suriah dan isu-isu regional, juga hubungan bilateral Turki-AS.
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengungkapkan Trump memberi tahu Erdogan bahwa Washington tidak akan mempersenjatai PKK/PYD lagi.