Rıskı Ramadhan
16 April 2018•Update: 16 April 2018
Sorwar Alam
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak pembentukan landasan baru untuk perdamaian dunia, di mana negara-negara tidak lagi dibom secara acak, Senin.
"Mari kita bentuk dasar baru untuk perdamaian di dunia dan tidak membiarkan negara-negara ini dibom secara acak, tidak membiarkan jatuhnya bom barel," kata Recep Tayyip Erdogan di Istanbul.
Erdogan juga mengkritik serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah menyusul dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad, dia mengatakan bahwa senjata konvensional telah membunuh lebih banyak warga sipil di negara itu.
"Mereka datang dan mengatakan 'senjata kimia' lalu melakukan serangan ... [mereka mengatakan] 'Kami melakukan serangan atas penggunaan senjata kimia'," kata Erdogan.
“Saya katakan, mengapa Anda hanya melihat senjata kimia? Mengapa Anda tidak melihat senjata konvensional? Jika satu orang tewas karena senjata kimia, 10 orang tewas karena senjata konvensional."
AS, Inggris dan Prancis pada Sabtu pagi meluncurkan serangan udara ke fasilitas senjata kimia rezim Assad di Suriah.
Serangan tersebut merupakan tanggapan terhadap rezim Assad yang diduga meluncurkan serangan kimia di Douma, Suriah yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
Erdogan juga mengkritik "kekuatan imperialis" karena enggan menerima pengungsi Suriah sementara Turki menampung sekitar 3,5 juta warga Suriah.