Ilkay Guder
27 Januari 2018•Update: 27 Januari 2018
Ilkay Guder
ANKARA
Turki berkomitmen untuk tidak menyakiti warga sipil dalam operasi militer di barat laut Afrin, Suriah, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May, Jumat.
Dalam percakapan melalui telepon itu, kedua pejabat negara berbincang mengenai perkembangan terakhir di Suriah dan Operasi Ranting Teroris yang diluncurkan militer Turki sejak Sabtu lalu melawan ancaman organisasi teroris PYD/PKK dan Daesh, ujar pernyataan yang dikeluarkan Kepresidenan Turki.
Presiden Turki menekankan bahwa operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB dan hak pembelaan diri berdasarkan Piagam PBB.
Erdogan mencatat bahwa operasi tersebut bertujuan untuk membersihkan Afrin dari semua organisasi teroris, termasuk Daesh dan PYD/PKK.
May mengatakan bahwa dia memuji perjuangan Turki melawan organisasi teroris Daesh.
Keduanya sepakat untuk terus berkomunikasi untuk mencari solusi persoalan Suriah.
Menurut Staf Umum Turki, Operasi Ranting Zaitun bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki, sekaligus melindungi warga Suriah dari kekejaman teroris.
Sejak Juli 2012 Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama PYD/PKK.