Maria Hospita
28 Agustus 2017•Update: 28 Agustus 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Salah satu festival jalanan terbesar dan penuh warna di Eropa digelar di London, Minggu, dan diperkirakan menarik minat sekitar dua juta pengunjung.
Karnaval populer Notting Hill digelar lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya untuk menghormati para korban kebakaran Menara Grenfell, yang menewaskan setidaknya 80 korban jiwa, pada Juni.
Karnaval dibuka dengan doa bersama dan pelepasan merpati putih dari Minggu pagi hingga Senin malam. Walikota London Sadiq Khan mengunjungi karnaval dan menemui anggota keluarga korban Grenfell.
Petugas keamanan tampak berjaga-jaga di area karnaval dan polisi akan menggunakan pendeteksi wajah selama festival berlangsung.
“Pasca serangan teroris di London dan di Eropa baru-baru ini, Kepolisian Metropolitan memperketat pengamanan agar karnaval berjalan tanpa kendala,” kata kepolisian dalam pernyataan, Jumat.
“Masyarakat London Barat masih mengingat jelas tragedi Menara Grenfell. Kami telah memberlakukan operasi khusus di sekitar area tersebut,” kata kepolisian lagi.
Namun, suasana tegang kembali memuncak setelah 600 orang ditangkap sebelum festival dimulai.
Ribuan orang diperkirakan akan mengheningkan cipta untuk korban tragedi Grenfell dan Edson Da Costa (25) dan Rashan Charles (20) yang disebut-sebut tewas karena bentrok dengan polisi. Keduanya tergabung dalam aksi protes di London Timur saat polisi membubarkan kelompok pemrotes di Forest Gate dan Dalston.
Karnaval Notting Hill pertama kali digelar pada akhir 1950-an oleh masyarakat Indian Barat dan terus berkembang setiap tahunnya hingga menjadi festival jalanan terbesar di Eropa.
Karya seni, tari-tarian, hingga pagelaran makanan dan minuman dipertontonkan kepada pengunjung.
Ribuan orang dari berbagai penjuru Inggris dan seluruh dunia mengunjungi karnaval ini setiap tahunnya, dan sekitar dua juta pengunjung diperkirakan hadir dalam acara akhir pekan ini.