Seyma Erkul Dayanc
03 Juli 2026•Update: 03 Juli 2026
Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah utara Venezuela sepekan lalu meningkat menjadi 2.595 orang, sementara 12.400 lainnya mengalami luka-luka, kata Presiden Sementara Delcy Rodriguez pada Kamis.
"Angka yang kami sampaikan adalah angka yang telah diverifikasi secara ketat," kata Rodriguez dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan bahwa data terbaru tersebut diperoleh setelah melalui proses verifikasi menyeluruh, termasuk pencocokan identitas para korban sebelum jumlah korban diumumkan secara resmi.
Menurut Rodriguez, lima orang yang sebelumnya tercatat meninggal ternyata ditemukan masih hidup setelah identitas mereka diverifikasi melalui sistem subsidi bahan bakar berbasis sidik jari di Venezuela.
"Kami tidak ingin menyampaikan angka yang belum terbukti secara akurat," ujarnya.
Data terbaru tersebut menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah utara Venezuela pada 24 Juni.
Rodriguez juga mengatakan pemerintah tengah berunding dengan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghimpun sumber daya guna membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat gempa.
Selain itu, pembicaraan juga dilakukan dengan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Antar-Amerika, yang menawarkan hibah serta fasilitas kredit untuk mendukung upaya pemulihan Venezuela.
Menurut Rodriguez, sedikitnya 855 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Pemerintah telah mengalokasikan dana awal sebesar US$200 juta untuk rekonstruksi dan membuka rekening khusus di CAF–Development Bank of Latin America and the Caribbean guna menampung donasi internasional bagi proyek pembangunan perumahan.
Rodriguez juga mengumumkan kedatangan tim ahli dari Israel untuk membantu menilai kerusakan bangunan dan mendukung upaya pemulihan infrastruktur.
Berdasarkan penilaian awal menggunakan Rapid Digital Analysis (RADIDA) dari Program Pembangunan PBB (UNDP), nilai kerusakan terhadap rumah, bisnis, dan aset lainnya diperkirakan mencapai sekitar US$6,7 miliar.
Pemerintah memperkirakan sekitar 12.800 orang kehilangan tempat tinggal, sementara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mencatat sekitar 16.000 orang mengungsi akibat gempa tersebut.
Rodriguez menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Brasil Jose Mucio telah mengunjungi Venezuela awal pekan ini untuk membahas perluasan kerja sama kemanusiaan dan bantuan rekonstruksi.