Betul Yuruk
27 Juli 2018•Update: 28 Juli 2018
Betul Yuruk
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan bahwa kas PBB saat ini sudah sangat menipis.
“Arus kas tunai kita sangat rendah saat ini, situasi ini secara umum sangat menghawatirkan. Uang kita habis,” ujar Guterres.
Guterres mengirimkan surat kepada para negara anggota dan pekerja PBB terkait dengan kesulitan keuangan yang dialami organisasi tersebut.
Guterres menyatakan terdapat defisit senilai USD139 juta dalam anggaran PBB.
“Organisasi seperti kita seharusnya tidak menderita kesulitan keuangan. Namun yang lebih menyakitkan adalah ketika kita tidak dapat menolong orang-orang yang kita layani,” kata Guterres.
Juru Bicara Sekertaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam pernyataan persnya terkait isu tersebut mengatakan hanya 112 dari 193 negara anggota PBB yang membayar iuran tahunan mereka.
“Kesulitan keuangan PBB bersumber dari para anggota yang terlambat atau tidak membayar iuran tahunan PBB,” ujar Dujarric.
Amerika Serikat termasuk dalam daftar anggota yang tidak membayar iuran tahunannya. Padahal jumlah iuran AS terbesar di antara negara-negara lainnya dan menutupi 22 persen anggaran umum PBB yang totalnya bernilai USD5,4 miliar.
Pemerintahan Trump memutuskan untuk mengurangi USD285 juta dari anggaran PBB yang akan ditransfer pada tahun fiskal 2018-2019 ini.
Pemerintahan Trump juga seringkali menyerukan ‘keadilan anggaran’ serta reformasi anggaran dan kepemimpinan PBB.