Muhammad Abdullah Azzam
05 September 2020•Update: 07 September 2020
Ahmed Asmar
GAZA
Kelompok perjuangan Palestina Hamas pada Jumat mengkritik Bahrain karena membuka wilayah udaranya untuk penerbangan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel.
"Bantuan beberapa negara kepada UEA dalam melaksanakan perjanjian normalisasi dengan Tel Aviv, mendukung penjajahan [Israel] untuk menerapkan kebijakan perluasannya di wilayah tersebut dengan mengorbankan hak-hak rakyat Arab," kata juru bicara Hamas Hazem Qasim.
Qasim menuntut semua negara untuk mencegah UEA melaksanakan kesepakatan normalisasi dengan Israel karena kebijakan seperti itu "mendorong pendudukan [Israel] untuk melakukan lebih banyak lagi kejahatan" terhadap rakyat Palestina.
Pada Kamis, Bahrain mengizinkan wilayah udaranya untuk semua penerbangan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv, menurut seorang pejabat Bahrain di Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Arab Saudi juga mengizinkan penerbangan UEA melintasi wilayah udaranya ke Israel.
Pada Senin, penerbangan komersial Israel pertama mendarat di Abu Dhabi sebagai langkah praktis dalam menerapkan kesepakatan normalisasi dengan Israel, yang juga melewati wilayah udara Saudi.