17 Juli 2017•Update: 17 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kedekatan hubungan antara Qatar dan organisasi pergerakan asal Mesir Ikhwanul Muslimin bukanlah hubungan yang baru berlangsung satu atau dua tahun. Hubungan keduanya sudah berlangsung sejak tahun 1950.
Hubungan keduanya bermula ketika Qatar menerima guru, dosen, dan ulama dari Mesir untuk perkembangan pendidikan di Qatar yang disinyalir kebanyakan dari mereka adalah pengikut IM.
Menurut peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Nostalgiawan Wahyudhi, hubungan tersebut terjadi ketika pemerintahan nasionalis-sosialis di Mesir yang dipimpin oleh Jamal Abd Nasser pada periode 1950 menganggap aktivitas IM sebagai organisasi sosial-keagamaan telah melakukan mobilisasi politik yang mengancam rezim.
“Rezim tersebut melakukan eksekusi atas para pengikut dan pemimpin Ikhwanul Muslimin. Saudi pada awalnya termasuk negara yang menerima dan mengadvokasi IM karena penindasan yang dilakukan oleh pemerintah Mesir, namun pada tahun 1990 Saudi mulai menarik dukungannya terhadap IM,” urainya.
Meskipun beberapa negara seperti Mesir, Suriah, dan Saudi menolak kehadiran IM, Qatar tidak bergeming dan tetap mengambil kebijakan yang berbeda karena memiliki kebutuhan pragmatis untuk penyediaan tenaga pengajar.
“Harus dicermati, hubungan antara Qatar dan IM pada tahun 1950, 1960 dan 1970 lebih bersifat mutualisme. Saat itu Qatar bukanlah negara kaya yang memiliki masa depan. Pada rentang tahun-tahun tersebut Qatar masih dibawah kolonialisme Inggris dan memiliki ekonomi lambat yang masih bergantung pada sektor mutiara dan perikanan.”
Keterbukaan Qatar terhadap IM semakin jelas ketika negara tersebut menerima ulama fenomenal IM yang diburu olehi Mesir seperti Sheikh Yusuf al-Qaradhawi. “Jika ditelusuri lebih lanjut, peran Sheikh Yusuf Qaradhawi di Qatar sudah ada sejak tahun 1961 ketika dia lari dari Mesir dan mendirikan institute yang mengkaji tentang Syariah.”
Institut ini menjadi cikal bakal Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Sejak tahun 1990 nama Sheikh Yusuf Qaradhawi berkibar sebagai intelektual IM terkemuka yang berpikiran moderat di dunia Islam dengan memiliki program khusus yang sangat popular di stasiun TV satelit Aljazeera, dan pemikirannya dikutip melalui media online yang berbasis di Qatar seperti Islamonline.com dan Islamweb.net.
“Secara politis, sangat terlihat bagaimana Qatar didukung oleh fatwa dari Sheikh Yusuf Qaradhawi untuk mendukung berbagai gerakan oposisi Islam di berbagai negara Arab terutama IM di Tunisia, Mesir, Libya, dan Suriah.”