Muhammad Nazarudin Latief
20 Juli 2021•Update: 21 Juli 2021
JAKARTA
Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara meminta kaum Muslim yang merayakan Iduladha memaknai hari raya ini sebagai momen untuk menguatkan solidaritas untuk bangkit menghadapi pandemi Covid-19.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan Iduladha mengandung pesan mulia, pengorbanan, dan kemanusiaan yang patut menjadi pegangan bagi bangsa dan negara.
“Ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah insaniah yang akan mampu melipatgandakan energi kita untuk menghimpun kekuatan, optimistis untuk bangkit bersama,” ujar Presiden dalam siaran pers.
Indonesia sebelumnya mengimbau warga untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Sejauh ini Indonesia melaporkan 2,9 juta kasus Covid-19 dengan total kematian sebanyak 74.920 orang.
PM Singapura Lee Hsien Loong mengingatkan warga Muslim di negaranya untuk mematuhi pembatasan pertemuan dan kunjungan jika akan bepergian pada Hari Raya Iduladha.
Dia mengungkapkan bahwa muslim di negaranya melakukan banyak penyesuaian pada praktik dan perayaan keagamaan mereka karena pandemi.
“Meski demikian, semangat Iduladha tetap ada. Senang karena, semakin banyak ruang jemaah untuk salat Iduladha,” ujar dia.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte berpesan bahwa keikhlasan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan dan tantangan hidup, keikhlasan dalam pengorbanan mempunyai nilai yang tinggi.
"Kita akan menemukan pembaruan iman dan spiritualitas, terutama ketika dipanggil untuk meniru pengabdian Ibrahim pada keyakinannya," ujar dia seperti dilansir Philstar.