Astudestra Ajengrastrı
13 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Bayram Altug
GENEVA
Perwakilan hubungan internasional Ikhwanul Muslimin Mesir, yang juga dikenal sebagai Moslem Brotherhood, pada hari Sabtu mengatakan persaudaraan siap untuk berdialog dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi untuk menemukan solusi politik setelah kudeta militer tahun 2013.
"Kami siap dan terbuka untuk melakukan kesepakatan dengan siapa pun. Ini tidak berarti kami menyerah," kata Yusuf Neda kepada Anadolu Agency di Campione d'Italia, di dekat perbatasan Swiss-Italia.
"Saya tidak akan pernah berhenti menyuarakan perdamaian," kata Neda.
Menekankan pentingnya mencari solusi di Mesir setelah kudeta, Neda mengatakan, "Jika Anda ingin menyelesaikan sesuatu, setiap orang Mesir harus berkorban."
Dalam kudeta, Mohamed Morsi - presiden pertama yang dipilih secara bebas dan pemimpin Ikhwanul Muslimin - digulingkan oleh tentara Mesir.
Hingga kini, Semenanjung Sinai tetap menjadi pusat pemberontakan militan sejak kudeta.