Pizaro Gozali İdrus
22 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan bertemu dengan pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon pada 25-26 Februari mendatang.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir, kunjungan ini adalah wujud apresiasi Menteri Retno kepada personel Indonesia yang bertugas di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Menteri Retno akan berdialog langsung dengan para pasukan perdamaian untuk menggali hambatan dan tantangan pasukan selama di Lebanon,” jelas Armanatha di Jakarta, Kamis.
Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Grata Endah Werdaningtyas mengatakan kunjungan Menteri dari Indonesia ke Lebanon terakhir terjadi pada 2007.
Sebelumnya, kata Grata, kunjungan ini telah dilaksanakan tahun 2017. Namun baru bisa diwujudkan tahun 2018.
“Kunjungan ini memang tidak mudah karena harus mendapatkan izin dari Pemerintah Lebanon dan Persatuan Bangsa-Bangsa,” jelas Grata.
Grata mengatakan Menteri Retno ingin mengetahui lebih jauh tantangan pasukan Indonesia selama bertugas di Lebanon. Apalagi ada 48 personel perempuan Indonesia.
“Menteri Retno akan makan bersama di Kapal Perang Usman Harun dengan para personel,” ujar Grata.
Selama kunjungan, Menteri Retno juga akan mengunjungi wilayah Komandan Satgas Indonesian Battalion (Dansatgas Indobatt) di Al-Qusayr, Lebanon Selatan.
“Ini adalah wilayah perbatasan antara Lebanon dan Israel,” kata Grata.
Grata berharap eksistensi Indonesia dalam misi perdamaian menjadi bahan pertimbangan agar Indonesia bisa menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.