Chandni
12 April 2018•Update: 13 April 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
CEO Facebook Mark Zuckerberg pada Rabu mengatakan bahkan data pribadi miliknya juga termasuk dalam pencurian data oleh Cambridge Analytica, dimana informasi jutaan pengguna Facebook bocor dan disalah gunakan oleh sebuah perusahaan analisis data di Inggris untuk mempengaruhi hasil pemilu.
Dalam testimoninya di hadapan Kongres AS, Zuckerberg mengatakan sejak Senin sudah mulai memperingatkan pengguna Facebook yang informasinya diambil dalam kebocoran data massal itu.
Pekan lalu, data 87 juta pengguna Facebook diolah tanpa persetujuan oleh perusahaan Cambridge Analytica dengan tujuan politik di Inggris dan AS.
Zuckerberg menghadapi komite Dewan Representatif AS sehari sebelum diinterogasi oleh Senat AS.
Representatif Anna Eshoo, anggota Partai Demokrat dari California, menanyakan apakah CEO itu memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan platform yang melindungi sistem demokrasi. Menjawab pertanyaan itu, Zuckeberg mengatakan "Ya" dengan lirih.
Representatif Frank Pallone, anggota Partai Demokrat dari New Jersey, mengatakan: "Saya ingin sebuah legislasi yang bisa memberdayakan pengguna dengan memberikan mereka transparansi penuh."
Zuckerberg mengatakan regulasi terhadap perusahaan-perusahaan media sosial "tidak bisa dihindari" di era Internet ini.
"Namun anda harus berhati-hati menerapkan regulasi itu. Mereka bisa membahayakan perusahaan-perusahaan kecil," terang Zuckerberg.
Dia juga mengatakan "tidak tahu" ketika ditanya apakah siap mengubah model bisnis Facebook untuk melindungi hak privasi individu.
Selain itu, Zuckerberg juga berkelit ketika ditanya apakah menghubungi CEO Cambridge Analytica setelah mengetahui kebocoran data itu pada 2015 silam.
Selama testimoni Zuckerberg itu, Cambridge Analytica mengatakan CEO Alexander Tayler sudah mundur dan sekarang menempati posisi kepala bagian data agar bisa "berfokus pada aspek teknis dari pertanyaan dan investigasi".