Hayati Nupus
10 Januari 2021•Update: 12 Januari 2021
Hamdi Yildiz
BAGHDAD, Irak
Setidaknya dua orang dibunuh dalam beberapa hari, dengan 43 terluka, termasuk anggota keamanan dan 30 lainnya ditangkap dalam demonstrasi di Provinsi Zikar Irak, menurut pengawas hak asasi manusia negara itu.
Selain pembunuhan dan penculikan, penggunaan gas air mata, peluru sungguhan dan plastik oleh pasukan keamanan, juga penggunaan batu oleh para demonstran terdokumentasikan, kata Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia Irak.
Kejadian itu menyerukan ketenangan dan dialog tentang kerusuhan.
Protes melanda sejumlah provinsi di Irak sejak Oktober 2019 karena kondisi kehidupan yang memburuk, pengangguran, dan korupsi.
Demonstrasi juga menyebabkan Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi mengundurkan diri.
Perdana menteri saat ini, Mustafa Al-Kadhimi, mengatakan akan menuntut mereka yang terlibat dalam pembunuhan aktivis.
* Ditulis oleh Seda Sevencan