Maria Elisa Hospita
04 September 2018•Update: 05 September 2018
Tolga Akbaba
ANKARA
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif tiba di Damaskus pada Senin untuk menghadiri pertemuan trilateral mengenai Suriah.
Kedatangan Zarif di bandara disambut oleh Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad.
Kunjungan itu dilakukan di tengah persiapan pasukan rezim Suriah dan sekutu untuk menyerang provinsi Idlib, di barat laut Suriah, yang merupakan kubu terakhir dan terbesar oposisi di Suriah.
"Kelompok teroris Al-Nusra dan Hayat Tahrir al-Sham harus diusir dari Idlib," tegas Zarif dalam pernyataannya.
Menurut kantor berita Iran IRNA, di hari yang sama, Zarif menggelar perundingan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Menteri Luar Negeri Walid al-Muallem.
Idlib yang terletak di dekat perbatasan Turki ditetapkan sebagai zona de-eskalasi - sebagai bagian dari proses perdamaian Astana yang sedang berlangsung - di mana tindakan agresi dilarang secara keras.
Namun demikian, selama dua bulan terakhir, zona de-eskalasi menjadi sasaran serangan udara oleh Rusia dan pasukan rezim Assad.
Pertemuan tripartit dijadwalkan akan berlangsung pada 7 September di Teheran, untuk membahas penyelesaian konflik tujuh tahun di Suriah.
Pertemuan puncak itu akan dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan menteri luar negeri, sebagai tindak lanjut dari pertemuan Astana yang diadakan di Kazakhstan pada pertengahan Maret.
Iran dan kelompok Hizbullah adalah sekutu rezim Bashar al-Assad, yang pasukannya telah memerangi kelompok oposisi dalam perang sipil mematikan sejak 2011.
Sejak itu, ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi karena konflik tersebut.