Muhammad Abdullah Azzam
21 Oktober 2020•Update: 21 Oktober 2020
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa menandatangani empat perjanjian selama kunjungan pejabat tinggi pertama dari negara Teluk itu ke Tel Aviv setelah perjanjian normalisasi bilateral yang kontroversial.
Sebuah pesawat yang membawa pejabat AS bersama delegasi UEA mendarat di Bandara Ben Gurion Tel Aviv pada Selasa pagi.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyambut pejabat AS di bandara, termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin, dan delegasi UEA yang dipimpin oleh menteri ekonomi dan keuangan.
Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, Menteri Keuangan Yisrael Katz, dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman hadir pada upacara penyambutan di bandara.
Berbicara pada upacara tersebut, Netanyahu berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed atas peran mereka dalam menandatangani kesepakatan normalisasi.
Setelah upacara penyambutan, empat perjanjian tentang pembebasan visa, penerbangan, kerja sama ekonomi, dan perlindungan investasi ditandatangani antara kedua negara.
Dengan perjanjian tersebut, UEA menjadi negara Arab pertama yang mencabut persyaratan visa bagi warga Israel.
Pada 15 September, Bahrain dan UEA sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik, budaya, dan perdagangan penuh dengan Israel setelah menandatangani perjanjian kontroversial di Gedung Putih.
Kesepakatan tersebut telah menuai kecaman luas dari warga Palestina, yang mengatakan kesepakatan tersebut mengabaikan hak-hak mereka dan sama sekali tidak melayani kepentingan Palestina.