Ekip
04 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Lubaba Thuqan
RAMALLAH, Palestina
Tentara Israel pada Minggu menghancurkan dua ruang kelas di sebuah sekolah komunitas Bedouin di dekat wilayah pendudukan Yerusalem Timur.
Penduduk setempat berkata bahwa tentara Israel, dibantu dengan helikopter, menghancurkan dua kelas di sekolah milik komunitas Bedouin Abu al-Nawwar, yang lokasinya dikelilingi di semua sisi oleh permukiman Israel Maale Adumim, Kedar, dan New Kedar.
Otoritas Israel berkata bahwa kedua kelas tersebut baru saja ditambahkan pada sekolah itu, dan dibangun tanpa izin.
Tidak ada komentar resmi dari tentara Israel soal penghancuran itu.
Pada awal 2016, pihak militer Israel membuldozer sekolah yang mulanya dibangun oleh pemerintah Prancis tersebut. Penduduk lokal kemudian membangun kembali sekolah itu meski tidak dilengkapi dengan listrik, laboratorium, komputer, atau lapangan.
Sebelum sekolah itu dibangun pada 2014, anak-anak suku Bedouin harus berjalan menyeberangi jalan raya untuk berskolah di kota al-Azariya, 3,2 kilometer dari Yerusalem Timur.
Selama bertahun-tahun, pemerintah Israel telah berusaha membubarkan komunitas Abu al-Nawwar -- yang terdiri dari 700 orang yang rata-rata bekerja sebagai penggembala ternak -- untuk membuat proyek permukiman E1 besar-besaran di Yerusalem Timur.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena penduduk Palestina menginginkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - dapat berfungsi sebagai ibu kota Palestina di masa mendatang.
Kota suci ini menjadi perhatian dunia setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember, sehingga menambah ketegangan di wilayah tersebut.