Ekip
30 Januari 2018•Update: 30 Januari 2018
JERUSALEM
Pemerintah Israel berharap bisa mempercepat proses deportasi bagi pencari suaka Afrika dengan maksud untuk mengganti mereka dengan buruh Palestina, harian Israel Haaretz melaporkan pada hari Senin.
"Tujuannya adalah agar setidaknya 600 warga negara Eritrea dan Sudan pergi setiap bulan - sekitar 7.200 per tahun - dan menggantikan mereka (di dalam angkatan kerja lokal) dengan pekerja Palestina," lapor Haaretz.
Haaretz juga melaporkan bahwa pemerintah telah memutuskan awal bulan ini bahwa, jika rata-rata setidaknya ada 600 migran Afrika yang tidak berdokumen pergi setiap bulannya, negara itu akan mengeluarkan satu visa kerja untuk buruh Palestina untuk dua migran yang keluar dari negara itu.
Mengutip angka resmi, Haaretz mengatakan bahwa sekitar 34.000 orang Eritrea dan Sudan saat ini tinggal di Israel.
Jika sebagian besar meninggalkan negara ini dalam tiga tahun ke depan, 12.000 warga Palestina akan diberi visa untuk bekerja di Israel, berdasarkan rencana pemerintah.
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu baru-baru ini membantah tuduhan bahwa dia telah mencapai "kesepakatan rahasia" untuk mentransfer pencari suaka Afrika ke Rwanda.
Dilaporkan oleh Abdel-Raouf Arnaout: Penulisan oleh Mahmoud Baraka