Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 April 2020•Update: 22 April 2020
BERLIN
Jerman telah menyetujui uji klinis pertama vaksin Covid-19 pada manusia pada Rabu.
Paul-Ehrlich-Institut, otoritas regulasi Jerman, mengatakan dalam siaran pers bahwa program vaksin perusahaan bioteknologi BioNTech diizinkan untuk melakukan uji klinis terhadap manusia setelah melalui penilaian risiko dan manfaat potensial.
"Ini adalah uji klinis resmi keempat di dunia di mana kandidat vaksin spesifik Covid-19 diuji pada manusia. Mengingat konsekuensi serius dari pandemi, ini adalah langkah signifikan menuju pengembangan vaksin yang manjur dan aman di Jerman dan membuatnya tersedia di seluruh dunia sesegera mungkin,” kata lembaga itu
Perusahaan BioNTech milik profesor Turki Ugur Sahin dan raksasa farmasi Pfizer bersama-sama mengembangkan calon vaksin, sebagai bagian dari program pengembangan global.
“Kami senang telah menyelesaikan studi pra-klinis di Jerman dan akan segera memulai uji coba pertama pada manusia. Kecepatan kami dari awal program ke inisiasi percobaan semua berkat partisipasi kuat dari semua pihak yang terlibat, ”kata Sahin dalam sebuah pernyataan.
Dalam bagian pertama uji klinis resmi di Jerman, menurut Paul-Ehrlich-Institut, 200 sukarelawan sehat berusia antara 18 dan 55 tahun akan divaksinasi.
Percobaan lebih lanjut yang melibatkan orang dengan peningkatan risiko infeksi direncanakan mengkuti bagian kedua dari uji klinis, dengan syarat bahwa data penelitian tambahan diajukan terlebih dahulu.
Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia berjuang untuk menemukan vaksin untuk virus korona baru yang telah menginfeksi lebih dari 2,58 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 178.000 jiwa.
Hingga penemuan itu dicapai, para ahli kesehatan merawat pasien dengan obat anti-malaria, termasuk hydroxychloroquine dan chloroquine, yang telah menunjukkan hasil positif untuk infeksi paru-paru yang berhubungan dengan Covid-19.
Sejauh ini lebih dari 693.000 pasien dinyatakan sembuh dari virus korona di seluruh dunia.