10 Agustus 2017•Update: 10 Agustus 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Ontario
Sejumlah tenda dipasang oleh militer Kanada, pada Rabu, sebagai tempat penampungan sementara bagi pencari suaka yang menyeberang ke Quebec dari Amerika Serikat (AS).
Angkatan Bersenjata Kanada dalam pernyataan menyebutkan bahwa kamp tersebut berupa tenda-tenda modular yang dilengkapi dengan lantai, penerangan, dan pemanas, dan mampu menampung hingga 500 orang.
Pekan lalu, Stadion Olimpiade Montreal rencananya akan dipakai untuk menampung kelompok pencari suaka karena YWCA sudah terlalu padat, namun stadion tersebut telah dipesan untuk keperluan lain pada awal bulan. Karena itulah kamp-kamp tersebut akhirnya dibangun.
“Kamp-kamp ini akan digunakan sebagai penampungan tambahan bagi para pencari suaka yang sedang menunggu untuk diproses oleh Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA),” kata juru bicara CBSA Judith Gadbois-St-Cyr.
Rumah Sakit Royal Victoria yang telah ditutup pada 2015 karena bangunannya yang sudah tua juga akan dibuka kembali, dan dapat menampung kira-kira 320 orang.
Saat ini ada sekitar 700 pencari suaka yang sedang menunggu untuk diproses. Banyak di antara mereka adalah warga Haiti, yang diizinkan masuk ke AS di bawah status perlindungan setelah gempa bumi hebat melanda negara tersebut pada 2010.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump berniat untuk mengakhiri perlindungan per Januari dan sekitar 50.000 warga Haiti mungkin akan dideportasi. Hal yang sama bisa saja terjadi di Kanada jika permintaan pencari suaka ditolak.
Jumlah warga Haiti yang masuk ke Kanada sangat banyak, sehingga pada hari Selasa, 2 pejabat pemerintah Haiti, termasuk Menteri Luar Negeri Antonio Rodrigue datang ke Montreal untuk berunding dengan Walikota Denis Coderre.
Rodrigue mengatakan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk menunjukkan kepada warga Haiti bahwa pemerintah ada bersama-sama dengan mereka, dan tidak melupakan mereka.
Pejabat Imigrasi Kanada mengungkap, jumlah rata-rata pencari suaka yang menyeberang ke Quebec secara ilegal mencapai 200 per harinya, naik dari 50 per hari pada 2 pekan lalu.
Sementara militer mendirikan tenda-tenda di perbatasan Kanada-AS di Saint-Bernard-de-Lacolle, tentara tidak akan bertugas menjaga keamanan, karena tugas tersebut ditangani oleh Kepolisian Kanada atau The Royal Canadian Mounted Police (RCMP).