Barry Ellsworth
18 November 2017•Update: 20 November 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Menteri Keamanan Publik Kanada, Ralph Goodale mengatakan negaranya tidak ingin terlibat dalam ‘regu kematian’ seperti Inggris, Amerika Serikat dan Prancis yang menurutnya, mencoba membunuh warga negaranya dengan mengirimkan mereka ke Suriah untuk melawan Daesh.
Saat ini Daesh telah dikalahkan di Suriah. Sebagian besar negara asal orang-orang sisa Daesh dan terdaftar dalam kelompok pihak jihadi dikhawatirkan akan kembali ke negara asal mereka dan terlibat dalam aktivitas teror. Karenanya ‘pasukan kematian’ membuat strategi berburu untuk mencegah hal itu.
Brett McGurk, utusan khusus AS untuk serangan melawan Daesh, memasukkan rencana itu dalam kunjungannya ke Suriah baru-baru ini.
“Misi kami adalah untuk memastikan setiap tentara asing yang ada di sini, yang berasal dari negara asing dan bergabung dengan ISIS dengan datang ke Suriah, akan mati juga di sini, di Suriah,” kata dia.
Meski begitu pada Forum Keamanan Internasional Halifax yang digelar selama tiga hari dan dibuka kemarin, Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan menggemakan kata-kata Goodale.
Dia mengatakan, orang-orang Kanada yang bergabung dengan Daesh dapat kembali ke Kanada, di mana nantinya mereka akan dipantau dari kegiatan teror.
“Kami akan memastikan bahwa kami memasukkan semua sumber daya ke tengah-tengah masyarakat sehingga orang-orang Kanada dapat dilindungi dengan baik,” kata Sajjan di hadapan delegasi pada forum Halifax.
Christian Leuprecht, seorang ahli terorisme dan keamanan Kanada, mengatakan bahwa mengadopsi peraturan pembunuhan seperti negara-negara lain dapat berlawanan dengan hukum yang sudah ada di Kanada.
Pejabat Kanada memperkirakan ada lebih dari 200 orang warga negaranya yang bergabung dengan Daesh. Leuprecht pun membenarkan sebuah catatan yang tidak menyenangkan tentang warga Kanada yang terlibat kelompok jihad.
“Menciptakan regu kematian di Suriah untuk menghapus kelompok teror dan menyatakan mereka bersalah atas kegiatan terorisme di pengadilan dapat meninggalkan beberapa kemungkinan, seperti mereka akan kembali dan berusaha hidup damai selamanya, atau malah tidak membuat kedamaian itu,” ujar Leuprecht.