24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Keluarga Nelson Mandela memprotes buku baru yang mengisahkan rincian pribadi kondisi kesehatan negarawan Afrika Selatan itu yang meninggal pada Desember 2013.
Buku yang berjudul Mandela’s Last Years diluncurkan minggu lalu dan ditulis oleh mantan dokter bedah mendiang presiden itu mengungkapkan kalau perselisihan keluarga turut memicu masalah kesehatan pada bulan-bulan terakhir Mandela.
Dalam pernyataan pada Sabtu malam, cucu Mandela Chief Mandla Mandela merasa buku itu melanggar azas kerahasiaan antar dokter dan pasien.
"Kami sebagai keluarga kecewa dengan Dr. Vijay Ramlakan yang mendapat hak istimewa untuk merawat Presiden Nelson Mandela tampaknya telah menyalahgunakan posisinya," katanya.
Ramlakan, yang mengepalai tim medis Mandela, juga menulis bagaimana ambulan yang membawa bapak negara Afsel itu terbakar di jalan tol ketika membawa Mandela dari rumahnya di Johannesburg ke Pretoria.
Presiden Afrika Selatan pertama yang terpilih secara demokratis itu dikisahkan harus menunggu setengah jam di pinggir jalan untuk ambulan berikutnya.
Ramlakan juga menulis mantan istri Mandela Winni Madikizela-Mandela yang berada di sampingnya ketika ia meninggal pada usia 95.
Mandla Mandela, anggota parlemen dari partai African National Congress (ANC), mengatakan keluarga mereka mendukung Graca Machel, janda Mandela, yang ingin menuntut dokter bedah tersebut.
Machel mengutuk buku Ramlakan dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat, mengatakan, “Ini adalah penghinaan dan serangan terhadap rasa percaya dan martabat almarhum suami saya.”
Ramlakan mengatakan keluarga Mandela memberikannya ijin menulis buku itu.
Mandela, yang menghabiskan 27 tahun dalam penjara karena menantang kekuasaan minoritas kulit putih, menjadi presiden demokratik Afrika Selatan yang pertama yang 1994. Ia meninggal pada Desember 2013 ketika berusia 95 tahun, setelah lama menderita kanker paru-paru.