Maria Elisa Hospita
21 Agustus 2018•Update: 21 Agustus 2018
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Kelompok detektif Kenya telah menyita satu juta karung beras beracun di pelabuhan Mombasa yang memasok barang-barang ke pasar lokal.
Detektif dari National Intelligence Service (NIS) menyita beras - yang diyakini berasal dari Pakistan - setelah menerima informasi dari sebuah laporan yang disusun oleh Asosiasi Produsen Kenya (KAM).
George Kinoti, Direktur Investigasi Kriminal di Kenya, mengatakan "Importir nakal mencetak karung baru dengan tanggal kedaluwarsa baru kemudian mengemas kembali beras yang siap untuk masuk ke pelabuhan. Sejumlah beras itu telah dinyatakan tak layak untuk dikonsumsi sekitar tiga tahun lalu,"
Beras-beras itu dikhawatirkan sudah masuk ke pasar Kenya karena muatan disita ketika sedang dikemas ulang.
Selain itu, 400 kontainer minyak goreng - yang menurut para detektif tidak memenuhi standar - juga telah disita.
Pada bulan Juni, 1,4 juta karung gula beracun telah disita. Sejauh ini, seluruh muatan senilai USD11,9 juta dan 72 orang telah ditangkap.